MIKRONREKAYASA PRESISI

Cara Menghitung Balik Modal Sebelum Membeli Mesin untuk Bengkel

Rumus sederhana menghitung balik modal mesin bengkel: laba per pekerjaan, jumlah pekerjaan per bulan, dan biaya tetap, dengan permisalan yang bisa diganti.

Membeli mesin baru adalah keputusan besar bagi bengkel kecil. Harga mesin hanya sebagian ceritanya. Yang menentukan adalah berapa lama uang itu kembali dari pekerjaan yang dihasilkan mesin. Perhitungan ini tidak rumit dan bisa dibuat di buku tulis, asal angkanya jujur.

Semua angka di artikel ini adalah permisalan untuk memperlihatkan cara hitung, bukan harga pasar. Ganti dengan angka bengkel Anda sendiri.

Rumus dasarnya

Balik modal (bulan) = total investasi : laba bersih per bulan dari mesin

Dua bagian itu perlu dirinci supaya tidak ada yang terlewat.

1. Total investasi

Jangan hanya menulis harga mesin. Jumlahkan semuanya:

  • harga mesin dan ongkos kirim,
  • instalasi listrik, pondasi atau penguat lantai, dan penataan ruang,
  • alat ukur dan perkakas pendukung (misalnya bore gauge, mikrometer, atau mata pahat),
  • pelatihan operator atau waktu belajar,
  • modal kerja awal untuk bahan habis pakai.

2. Laba bersih per bulan dari mesin

Hitung per pekerjaan dulu:

Laba per pekerjaan = tarif jasa - bahan habis pakai - listrik - upah operator untuk pekerjaan itu

Lalu kalikan dengan jumlah pekerjaan per bulan, dan kurangi biaya tetap bulanan akibat mesin itu (perawatan rutin, penyusutan alat potong, cicilan bila ada).

Laba bersih per bulan = (laba per pekerjaan x jumlah pekerjaan per bulan) - biaya tetap bulanan

Contoh hitungan (angka permisalan)

Misalkan sebuah bengkel menimbang satu mesin untuk pekerjaan yang selama ini dilempar ke bengkel lain:

Komponen Permisalan
Total investasi (semua butir di atas) Rp100.000.000
Tarif jasa per pekerjaan Rp500.000
Bahan, listrik, dan upah per pekerjaan Rp200.000
Laba per pekerjaan Rp300.000
Jumlah pekerjaan per bulan 30
Biaya tetap bulanan Rp2.000.000

Laba bersih per bulan = (300.000 x 30) - 2.000.000 = Rp7.000.000. Balik modal = 100.000.000 : 7.000.000, sekitar 14 bulan.

Uji dengan skenario yang lebih buruk

Angka di atas mengandaikan semuanya lancar. Hitung ulang dengan asumsi yang lebih pesimis:

  • Jumlah pekerjaan hanya separuhnya. Pada contoh di atas, 15 pekerjaan per bulan menghasilkan laba bersih Rp2.500.000, sehingga balik modal menjadi 40 bulan. Satu variabel ini paling sering menentukan nasib investasi.
  • Tarif harus turun karena persaingan. Hitung laba per pekerjaan dengan tarif yang lebih rendah dan lihat apakah masih masuk akal.
  • Mesin menganggur beberapa minggu karena menunggu suku cadang atau operator berhalangan.

Jika dalam skenario buruk pun balik modalnya masih bisa Anda terima, keputusannya lebih aman.

Dari mana angka jumlah pekerjaan?

Ini bagian yang paling rawan dibesar-besarkan. Gunakan data nyata:

  1. Buka catatan atau nota 3 sampai 6 bulan terakhir.
  2. Hitung berapa kali pelanggan meminta pekerjaan yang akan ditangani mesin baru, termasuk yang selama ini Anda lempar ke bengkel lain.
  3. Catat berapa yang Anda tolak karena tidak sanggup.
  4. Pakai angka itu, bukan angka harapan. Pertumbuhan pelanggan baru dihitung sebagai bonus, bukan dasar.

Biaya tersembunyi yang sering terlupa

  • Waktu operator. Jika operator yang sama harus meninggalkan pekerjaan lain, hitung pendapatan yang hilang.
  • Pekerjaan ulang. Di masa awal, wajar ada hasil yang harus diulang. Sisihkan sedikit ruang untuk itu dalam hitungan.
  • Perawatan dan penggantian alat potong. Ikuti panduan perawatan dari pembuat mesin dan masukkan ke biaya tetap bulanan.
  • Listrik. Cek apakah daya terpasang cukup. Kebutuhan daya tiap mesin berbeda, jadi tanyakan ke pembuatnya.

Beli atau tetap lempar pekerjaan?

Bandingkan dua angka: selisih yang Anda dapat bila mengerjakan sendiri dibanding ongkos yang dibayar ke bengkel lain, ditambah waktu tunggu pelanggan yang hilang. Bila selisihnya kecil dan jumlah pekerjaan jarang, menitipkan pekerjaan bisa lebih masuk akal. Bila pekerjaan rutin dan pelanggan sering menunggu, mesin sendiri biasanya layak dipertimbangkan.

Penutup

Hitungan balik modal bukan ramalan, melainkan alat untuk memeriksa apakah asumsi Anda masuk akal. Isi tabel di atas dengan angka bengkel Anda, uji skenario terburuk, lalu putuskan.

Jika pekerjaan yang ingin Anda tangani adalah korter atau honing silinder, Mikron merancang dan merakit mesin korter dan mesin honing dengan ukuran yang bisa disesuaikan. Untuk bengkel fabrikasi yang menimbang mesin potong, baca dulu panduan memilih CNC router, fiber laser, atau plasma. Hubungi kami bila ingin berkonsultasi soal kebutuhan bengkel Anda.

Chat kami