Hasil Honing Belang atau Tidak Rata: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Silinder hasil honing tampak belang, ada area mengilap atau pola cross-hatch tidak merata? Ini penyebab yang paling sering, cara memeriksanya, dan perbaikannya.
Setelah blok mesin keluar dari honing, kadang dinding silinder tampak belang: sebagian mengilap, sebagian kusam, atau pola cross-hatch rapat di satu sisi dan jarang di sisi lain. Belang bukan sekadar soal tampilan. Area yang terlalu licin sulit menahan oli, sedangkan area yang terlalu kasar mempercepat keausan ring. Artikel ini membahas gejala, penyebab dari yang paling sering, dan cara memperbaikinya.
Kenali dulu gejalanya
Jenis belangnya menunjuk ke penyebab yang berbeda:
- Bercak mengilap tidak beraturan, biasanya di bagian atas atau satu sisi lubang.
- Pola cross-hatch hilang atau samar di sebagian panjang silinder, misalnya hanya terbentuk di tengah.
- Belang melingkar (bergaris keliling) pada ketinggian tertentu.
- Satu silinder bagus, silinder lain berbeda, padahal dikerjakan dengan setelan yang sama.
Penyebab yang paling sering
1. Silinder belum bulat atau lurus sebelum di-honing
Honing hanya membuang sedikit material. Kalau lubang masih oval, tirus, atau bekas pahat korter tidak merata, batu hanya menyentuh bagian yang "tinggi" dan melewati bagian yang "rendah". Hasilnya, sebagian dinding terhoning dan sebagian lagi masih permukaan lama (sering tampak mengilap karena glazing).
Cara memeriksa: ukur dengan bore gauge di beberapa kedalaman dan dua arah (lihat Cara Membaca Bore Gauge). Bila selisihnya melewati batas manual servis, masalahnya ada di geometri lubang, bukan di honing.
Perbaikan: kembalikan ke korter dengan menyisakan allowance untuk honing, lalu honing ulang. Urutan lengkapnya ada di Korter vs Honing.
2. Blok tidak terpasang sejajar
Blok yang miring atau tidak kokoh membuat sumbu batu tidak berimpit dengan sumbu silinder. Batu menekan satu sisi lebih keras, sehingga satu sisi terhoning lebih dalam dan sisi seberangnya tipis.
Cara memeriksa: perhatikan apakah belang selalu muncul di sisi yang sama pada semua silinder. Kalau ya, curigai posisi dan klem blok. Periksa juga bahwa permukaan dudukan bersih dari serpihan.
Perbaikan: pasang ulang blok, bersihkan dudukan, kencangkan klem merata, dan cek kesejajaran sebelum mulai.
3. Batu honing aus, tidak rata, atau tersumbat
Batu yang sudah aus sebelah, berminyak, atau tersumbat serpihan logam tidak memotong, hanya menggosok. Permukaan jadi licin dan goresannya tidak terbentuk dengan benar. Batu yang ketinggiannya tidak sama antarbatang juga membuat tekanan tidak merata.
Cara memeriksa: lihat permukaan batu. Permukaan yang mengilap, bergelombang, atau tidak sama tinggi antarbatang adalah tanda untuk diganti atau diperbaiki.
Perbaikan: ganti batu sesuai kebutuhan, dan pilih tingkat kekasaran (grit) sesuai rekomendasi pabrikan batu dan jenis material silinder. Pasang semua batang sebagai satu set.
4. Cairan honing kotor atau kurang
Cairan yang penuh serpihan membuat batu tersumbat dan menggores tidak teratur. Cairan yang kurang atau tidak sampai ke seluruh permukaan membuat bagian tertentu terlalu panas dan licin.
Perbaikan: saring atau ganti cairan secara berkala, pastikan aliran menjangkau seluruh panjang batu, dan bersihkan tangki setiap kali ganti jenis pekerjaan.
5. Setelan gerak tidak sesuai
Pola cross-hatch terbentuk dari kombinasi putaran dan gerak naik-turun. Bila langkah terlalu pendek, batu tidak menjangkau ujung lubang sehingga bagian atas dan bawah berbeda dari bagian tengah. Bila putaran dan langkah tidak seimbang, pola menjadi terlalu rapat atau terlalu tegak.
Perbaikan: atur panjang langkah agar batu keluar sedikit dari ujung lubang pada tiap siklus, dan sesuaikan perbandingan putaran dengan langkah. Besar angkanya berbeda untuk tiap jenis mesin dan ring, jadi ikuti manual servis atau rekomendasi pabrikan ring.
6. Tekanan batu tidak konsisten
Tekanan yang terlalu kecil membuat batu hanya menyapu permukaan, sedangkan tekanan yang berubah-ubah menimbulkan area dalam dan dangkal. Periksa mekanisme pengembangan batu dan pastikan geraknya lancar, tidak seret atau macet.
Urutan pemeriksaan yang praktis
- Ukur ulang geometri lubang. Kalau tidak bulat dan lurus, selesaikan di korter dulu.
- Periksa posisi dan klem blok.
- Periksa kondisi batu, ganti bila aus atau tidak rata.
- Periksa kebersihan dan aliran cairan.
- Periksa panjang langkah serta perbandingan putaran dan langkah.
- Uji pada satu silinder, ukur dan amati hasilnya, baru lanjutkan ke silinder berikutnya.
Mencegahnya sejak awal
- Selalu ukur sebelum dan selama honing, jangan hanya di akhir.
- Catat setelan yang menghasilkan pola bagus untuk tiap jenis blok, supaya mudah diulang.
- Ganti batu dan cairan sesuai jadwal, bukan menunggu hasilnya jelek.
- Cuci blok sampai bersih setelah honing agar sisa abrasif tidak mengganggu pengamatan dan merusak mesin.
Bila masalah ada di mesin
Jika semua pemeriksaan di atas sudah beres tetapi belang tetap muncul, kemungkinan ada kelonggaran pada mekanisme mesin honing atau ketegakan spindle yang perlu dicek. Mikron merancang dan merakit mesin honing dan mesin korter di Bekasi, dan tim kami bisa diajak berdiskusi soal kebutuhan bengkel Anda.