MIKRONREKAYASA PRESISI

Cara Membaca Bore Gauge untuk Mengukur Keausan Silinder

Panduan langkah demi langkah memakai dial bore gauge: menyetel nol, mengukur di beberapa kedalaman, membaca oval dan tirus, serta kesalahan yang sering terjadi.

Sebelum memutuskan silinder cukup di-honing atau harus dikorter, Anda perlu tahu kondisinya dengan pasti. Alat yang dipakai di hampir semua bengkel overhaul untuk itu adalah bore gauge (dial bore gauge, pengukur diameter dalam). Alat ini tidak memberi ukuran langsung, melainkan selisih terhadap ukuran yang Anda setel sebagai nol. Karena itu cara menyetel dan cara membacanya menentukan benar tidaknya keputusan Anda.

Yang perlu disiapkan

  • Bore gauge lengkap dengan dial indikator dan batang pengukur (anvil) yang sesuai diameter silinder.
  • Mikrometer luar atau ring setting (setting ring) untuk menyetel nol.
  • Kain bersih dan cairan pembersih, karena kotoran sekecil apa pun ikut terbaca.
  • Spidol atau kertas catatan untuk mencatat angka di setiap titik ukur.
  • Manual servis mesin yang dikerjakan, sebagai acuan batas keausan dan celah piston.

Langkah mengukur

  1. Bersihkan silinder dan alat. Lap dinding silinder dari oli dan sisa karbon, lalu lap juga anvil dan ujung pengukur. Ukur saat blok dan alat sudah sama-sama berada pada suhu ruang, karena logam yang masih hangat memuai dan membuat angka bergeser.
  2. Pilih anvil dan pasang. Gunakan anvil dan ring penyambung yang membuat batang pengukur sedikit tertekan saat masuk ke lubang. Pastikan terkunci kuat dan tidak goyang.
  3. Setel nol di luar silinder. Atur mikrometer ke ukuran acuan, misalnya diameter standar atau ukuran oversize yang direncanakan, lalu masukkan bore gauge di antara kedua permukaannya. Goyangkan perlahan dan cari titik terendah jarum. Putar bezel dial sampai jarum tepat di nol pada titik itu.
  4. Masukkan ke silinder. Miringkan sedikit, masukkan kaki pemandu lebih dulu, lalu luruskan. Goyangkan alat maju-mundur sampai jarum berhenti di titik baliknya. Angka di titik balik itulah diameter sebenarnya pada kedalaman tersebut, yaitu selisih terhadap nol yang tadi Anda setel.
  5. Ukur di beberapa kedalaman. Ukur minimal di bagian atas, tengah, dan bawah silinder. Bagian atas biasanya paling aus karena di situ ring piston berhenti dan berbalik arah, serta tekanan dan suhunya paling tinggi.
  6. Ukur dalam dua arah di tiap kedalaman. Satu arah searah poros engkol, satu arah tegak lurus terhadapnya. Catat semua angka.
  7. Ulangi setel nol di tengah pekerjaan. Cek ulang nol di mikrometer setiap selesai satu silinder agar pergeseran tidak ikut terbawa ke silinder berikutnya.

Membaca hasilnya

Dengan angka dari langkah 5 dan 6, Anda bisa menghitung dua hal:

  • Oval (out of round): selisih antara dua arah ukur pada kedalaman yang sama. Silinder yang aus pada sisi tekan piston akan lebih besar di satu arah.
  • Tirus (taper): selisih antara ukuran di atas dan di bawah pada arah ukur yang sama. Karena bagian atas lebih cepat aus, silinder yang aus biasanya lebih besar di atas.

Bila angka dari dial berupa selisih positif atau negatif terhadap nol, jangan lupa menambahkan ukuran nol yang Anda setel saat menyatakan diameter sebenarnya. Hitungan oval dan tirus sendiri cukup dari selisih antar-angka, jadi tidak perlu diameter mutlak.

Setelah itu bandingkan dengan batas keausan dan celah piston pada manual servis mesin yang bersangkutan. Angkanya berbeda-beda untuk tiap jenis mesin, jadi jangan memakai angka dari mesin lain. Secara umum:

  • Bila keausan masih dalam batas, silinder cukup di-honing untuk memperbaiki permukaan dan memasang ring baru. Lihat Apa Itu Honing Blok Mesin.
  • Bila oval atau tirus melewati batas, atau ada goresan dalam, silinder perlu dikorter ke ukuran oversize lalu di-honing. Urutannya dibahas di Korter vs Honing.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Tidak mencari titik balik jarum. Membaca angka saat alat miring membuat hasil terlalu kecil atau terlalu besar. Selalu goyangkan sampai jarum berbalik arah.
  • Nol disetel pada ukuran yang salah. Bila mikrometer tidak dicek, seluruh hasil ikut meleset. Cek mikrometer dengan standar sebelum dipakai.
  • Mengukur saat blok masih hangat atau habis dicuci. Suhu yang tidak sama membuat angka tidak konsisten.
  • Hanya mengukur satu titik. Satu angka tidak bisa menunjukkan oval maupun tirus.
  • Kotoran di dinding silinder atau di anvil. Satu serpihan bisa membuat jarum bergeser dan membuat Anda salah menilai.
  • Memaksa alat masuk. Anvil yang ditekan keras ke lubang akan tergores dan lama-lama longgar, sehingga bacaannya tidak lagi bisa dipercaya.
  • Tidak mencatat. Mengandalkan ingatan untuk empat silinder dengan enam titik ukur masing-masing hampir pasti menghasilkan salah baca.

Rawat alatnya

Bore gauge adalah alat ukur, bukan alat bengkel biasa. Simpan di kotaknya, lap setelah dipakai, dan jangan dijatuhkan. Bila jarum macet, ada bacaan yang tidak kembali ke nol, atau anvil terasa longgar, kalibrasikan atau ganti sebelum dipakai lagi.

Dari ukuran ke keputusan

Hasil ukur yang rapi memudahkan Anda menjelaskan kepada pelanggan kenapa silindernya perlu dikorter, atau cukup di-honing. Bengkel yang sudah punya data ukur sebelum dan sesudah pengerjaan juga lebih mudah memeriksa hasil kerjanya sendiri.

Bila bengkel Anda ingin mengerjakan tahap berikutnya sendiri, Mikron merancang dan merakit mesin korter dan mesin honing dengan ukuran yang bisa disesuaikan. Hubungi kami untuk konsultasi.

Chat kami