Cara Memilih Mata Router untuk Kayu, Akrilik, dan ACP
Panduan memilih mata router (router bit) untuk kayu, akrilik, dan ACP: bentuk mata, bahan, arah spiral, serta kesalahan yang membuat hasil potong cepat rusak.
Mata router (router bit) sering dianggap barang habis pakai yang asal beli. Padahal untuk material yang berbeda, bentuk mata yang salah membuat tepi kayu berbulu, akrilik meleleh, atau lapisan ACP terangkat. Berikut cara memilihnya secara berurutan.
Yang perlu disiapkan
- Jenis material dan ketebalannya
- Jenis pekerjaan: potong tembus, alur, kantong (pocket), atau grafir
- Daftar mata yang ada beserta keterangan diameter dan panjang mata potongnya
- Pencekam (collet) yang sesuai dengan diameter tangkai mata
- Katalog atau rekomendasi dari pembuat mata untuk kecepatan putar dan kecepatan pemakanan material Anda
Langkah memilih
- Tentukan pekerjaannya. Potong tembus butuh mata yang kuat membuang serpihan. Grafir dan ukir relief butuh ujung yang lebih halus, misalnya mata ujung lancip atau bola (ball nose).
- Pilih bahan mata. Mata berbahan karbida (carbide) umumnya lebih tahan aus dibanding baja kecepatan tinggi (HSS), terutama untuk material abrasif seperti MDF dan ACP. Harganya lebih mahal, tetapi lebih awet bila dipakai dengan benar.
- Pilih bentuk dan arah spiral sesuai material (lihat bagian di bawah).
- Pilih diameter yang secukupnya. Mata kecil mampu membuat detail halus tetapi lebih mudah patah dan lebih lambat. Mata besar lebih kaku dan cepat, tetapi tidak bisa masuk ke sudut dalam yang sempit.
- Pilih panjang mata potong sependek mungkin yang masih menembus ketebalan material. Mata yang menjulur terlalu panjang lebih mudah bergetar.
- Ambil parameter dari rekomendasi pembuat mata, lalu uji di sisa bahan sebelum memotong lembaran utama.
Kayu, MDF, dan multipleks
Kayu menghasilkan serpihan besar yang harus terbuang dari alur potong. Mata dengan alur spiral lebar membantu membuang serpihan.
- Spiral ke atas (up-cut) menarik serpihan keluar dan baik untuk alur dan kantong, tetapi bisa mengangkat serat di sisi atas.
- Spiral ke bawah (down-cut) menekan material ke meja dan menghasilkan sisi atas yang rapi, cocok untuk lembaran berlapis veneer atau melamin. Serpihan lebih sulit keluar dari alur.
- Mata kompresi (compression) menggabungkan keduanya sehingga kedua sisi lembaran rapi. Cocok untuk potong tembus lembaran berlapis.
MDF sangat abrasif terhadap mata, jadi mata karbida lebih masuk akal untuk produksi rutin.
Akrilik
Masalah utama akrilik adalah panas. Bila mata menggesek tanpa memotong, akrilik meleleh dan menempel di mata, lalu tepinya buram atau retak.
- Pilih mata dengan tepi potong tajam dan licin, biasanya jenis satu alur atau dua alur yang memang dibuat untuk plastik.
- Hindari mata kayu yang sudah tumpul. Mata yang tumpul menghasilkan panas, bukan serpihan.
- Jaga pemakanan agar mata menghasilkan serpihan, bukan debu halus. Debu halus tanda pemakanan terlalu pelan atau mata tumpul.
- Gunakan hembusan udara atau pendingin bila tersedia, dan jangan membiarkan mata berhenti di satu titik.
ACP (aluminium composite panel)
ACP terdiri dari dua kulit aluminium tipis dengan inti plastik. Pekerjaan umumnya adalah memotong tembus untuk signage, atau alur V (V-groove) untuk dilipat.
- Untuk potong tembus, pilih mata yang membuang serpihan dengan baik agar plastik inti tidak menempel dan lapisan atas tidak terangkat. Mata spiral ke bawah sering membantu menjaga kulit atas tetap rata.
- Untuk alur V, gunakan mata berbentuk V dan atur kedalaman dengan teliti agar tersisa kulit aluminium di sisi belakang. Kedalaman yang tepat perlu diuji pada potongan sisa karena berbeda untuk tiap tebal panel.
- Pastikan panel terjepit atau tertahan rata di meja. Panel yang melengkung membuat kedalaman tidak seragam.
Kesalahan yang sering terjadi
- Satu mata untuk semua bahan. Mata yang sudah dipakai memotong MDF atau ACP lebih cepat tumpul untuk pekerjaan akrilik.
- Memakai mata yang sudah tumpul karena masih terlihat utuh. Tanda tumpul: suara lebih berisik, hasil berbulu atau meleleh, dan tepi menghitam pada kayu.
- Mata dicekam kurang dalam atau collet kotor. Mata bergetar dan hasil potong bergelombang.
- Langsung memotong lembaran utama tanpa uji di sisa bahan.
- Mengabaikan kondisi mesin. Mata terbaik pun tidak menolong bila mekanik longgar. Lihat perawatan harian mesin CNC router.
Pertimbangan terakhir
Menyimpan catatan sederhana tiap pekerjaan, yaitu material, jenis mata, kecepatan, dan hasilnya, akan menghemat banyak percobaan di kemudian hari. Bila Anda masih menimbang mesin mana yang cocok untuk bahan Anda, baca CNC Router, Fiber Laser, atau Plasma?.
Mikron merakit sendiri CNC router untuk kayu, akrilik, dan aluminium dengan area kerja yang disesuaikan pesanan. Hubungi kami untuk konsultasi kebutuhan bengkel Anda.