Mengukur Diameter Piston dengan Mikrometer yang Benar
Langkah memakai mikrometer luar untuk mengukur diameter piston: menyetel nol, titik ukur yang benar, suhu, dan kesalahan yang membuat celah piston salah hitung.
Ukuran piston menentukan ukuran akhir silinder. Kalau diameter piston terbaca meleset, celah (clearance) antara piston dan silinder ikut meleset, dan akibatnya bisa piston macet atau mesin boros oli. Karena itu piston oversize sebaiknya selalu diukur langsung, tidak hanya mengandalkan angka di kemasan, seperti dibahas di artikel Apa Itu Piston Oversize.
Artikel ini membahas cara memakai mikrometer luar (outside micrometer) untuk mengukur diameter piston.
Alat yang dibutuhkan
- Mikrometer luar dengan rentang ukur yang mencakup diameter piston. Mikrometer yang rentangnya tidak pas akan menyulitkan pembacaan.
- Standar setel (setting standard) atau gauge block untuk mengecek nol, terutama untuk mikrometer di atas rentang terkecil.
- Kain bersih tanpa serat dan sedikit pelarut pembersih.
- Manual servis mesin yang bersangkutan, untuk titik ukur piston dan celah yang diizinkan.
- Meja ukur yang rata dan tidak bergetar.
Langkah mengukur
- Samakan suhu. Piston aluminium memuai cukup terasa saat hangat. Biarkan piston dan mikrometer berada di ruangan yang sama cukup lama sampai suhunya sama. Pegang piston seminimal mungkin, karena panas tangan ikut mempengaruhi hasil.
- Bersihkan. Lap permukaan ukur (anvil dan spindle) dan dinding piston dari oli, debu, atau sisa karbon. Satu butir kotoran sudah cukup menggeser pembacaan.
- Periksa nol. Tutup mikrometer perlahan memakai ratchet sampai berbunyi, lalu baca. Untuk mikrometer dengan rentang lebih besar, pakai standar setel. Kalau tidak menunjuk nol, setel sesuai petunjuk mikrometer, jangan "mengira-ngira" selisihnya.
- Tentukan titik ukur dari manual servis. Letak ukur diameter piston (jarak dari mahkota atau dari ujung rok piston) dan arahnya terhadap pin piston berbeda untuk tiap mesin. Ikuti manual, jangan menebak.
- Pasang piston pada mikrometer. Dudukkan piston di antara anvil dan spindle, lalu putar spindle mendekat. Pakai ratchet atau friction thimble supaya tekanannya selalu sama.
- Goyangkan sedikit. Gerakkan piston atau mikrometer perlahan ke arah melintang dan memanjang untuk memastikan mikrometer tegak lurus terhadap sumbu piston. Ukuran yang benar adalah titik terbesar yang terbaca.
- Baca sebelum dilepas. Kunci spindle dengan lock bila perlu, lepaskan piston, baru baca skala. Membaca sambil menahan mikrometer di tangan sering membuat spindle bergeser.
- Ulangi dan catat. Ukur ulang paling sedikit dua kali, lalu catat bersama kode piston dan nomor silinder. Bila pembacaan berbeda, cari penyebabnya sebelum lanjut.
Menghitung ukuran silinder
Setelah diameter piston didapat, ukuran akhir silinder dihitung sederhana:
ukuran akhir silinder = diameter piston terukur + celah piston
Nilai celah tidak boleh diambil dari artikel atau kebiasaan, tetapi dari manual servis atau rekomendasi pabrikan mesin tersebut. Hasilnya kemudian dikerjakan lewat korter dan honing, lalu dicek memakai bore gauge seperti di Cara Membaca Bore Gauge.
Kesalahan yang sering terjadi
- Mengukur di titik yang salah. Piston tidak berbentuk silinder sempurna. Bentuknya sengaja sedikit oval dan bisa mengecil di bagian tertentu, sehingga titik ukur yang salah memberi angka yang salah.
- Menekan spindle terlalu keras. Tanpa ratchet, tekanan tiap orang berbeda, dan hasil antar-operator tidak bisa dibandingkan.
- Mengukur piston yang masih hangat. Habis dibersihkan dengan pelarut atau baru dipegang lama, piston bisa membaca lebih besar dari ukuran sebenarnya.
- Mikrometer tidak dicek nol. Mikrometer yang pernah jatuh atau dipakai bergantian sering bergeser nolnya.
- Salah baca skala. Setengah milimeter pada skala sleeve mudah terlewat. Tulis hasil bacaan langsung, jangan diingat.
- Hanya mengukur satu piston. Ukur semua piston satu set, karena ukurannya bisa tidak persis sama antarpiston.
- Mikrometer jarang dikalibrasi. Mikrometer yang dipakai tiap hari sebaiknya dicek berkala terhadap standar yang diketahui.
Merawat mikrometer
Simpan mikrometer di kotaknya dengan permukaan ukur sedikit terbuka (tidak menempel), jangan dikunci rapat, dan jauhkan dari debu serta uap oli. Jangan diputar dengan memegang thimble saat hendak mengukur benda besar tanpa ratchet. Kebiasaan kecil ini menjaga hasil ukur tetap bisa dipercaya dari waktu ke waktu.
Penutup
Ukuran piston yang akurat adalah titik awal pekerjaan silinder yang rapi. Bila bengkel Anda rutin mengerjakan penyelesaian silinder, mesin honing Mikron dapat dipesan dengan ukuran yang disesuaikan dengan jenis blok yang paling sering Anda tangani.