Apa Itu Kerf pada Pemotongan CNC?
Kerf adalah lebar material yang hilang saat dipotong. Pahami artinya, pengaruhnya pada ukuran akhir dan hemat material, serta cara mengompensasinya.
Kerf adalah lebar celah atau material yang hilang akibat proses pemotongan. Setiap alat potong, baik mata router, busur plasma, maupun sinar laser, membuang sejumlah material di sepanjang jalur potongnya. Celah itulah kerf. Kata ini juga sering disebut "lebar potongan" atau "lebar alur potong" di bengkel.
Kenapa kerf penting
Kalau gambar menyuruh memotong tepat di garis, tetapi mesin memotong dengan pusat alat berada di garis itu, maka separuh kerf jatuh ke satu sisi dan separuh lagi ke sisi lainnya. Akibatnya:
- Bagian luar potongan jadi lebih kecil dari gambar, karena sebagian materialnya ikut terbuang.
- Lubang jadi lebih besar dari gambar, karena kerf memakan dinding lubangnya.
- Dua potongan yang harus saling masuk (misalnya sambungan slot dan tab) bisa terlalu longgar atau malah terlalu sempit kalau kerf tidak diperhitungkan.
Selain ukuran, kerf juga memengaruhi kebutuhan material. Semakin lebar kerf, semakin banyak bahan terbuang di antara potongan yang berdempetan, sehingga jumlah part per lembar pelat bisa berkurang.
Apa yang memengaruhi lebar kerf
Lebar kerf tidak tetap. Ia bergantung pada beberapa hal:
- Proses potong. Fiber laser menghasilkan kerf yang sempit karena sinarnya difokuskan. Plasma umumnya meninggalkan kerf yang lebih lebar. Pada router, kerf mengikuti diameter mata yang dipakai.
- Kondisi alat. Mata router yang aus, nozzle yang rusak, atau fokus yang melenceng membuat kerf berubah dan kadang tidak seragam.
- Material dan ketebalannya. Jenis bahan dan tebal pelat mengubah perilaku potongan.
- Pengaturan mesin, seperti kecepatan potong dan parameter sumber potong.
Karena itu, angka kerf yang tepat tidak bisa ditebak dari teori. Ukur sendiri dari hasil potong di mesin Anda dan material yang sedang dikerjakan.
Kompensasi kerf (offset)
Kompensasi kerf berarti menggeser jalur alat sebesar setengah lebar kerf supaya ukuran akhir sesuai gambar. Prinsipnya:
- Untuk kontur luar part, jalur alat digeser ke luar garis gambar.
- Untuk lubang atau kontur dalam, jalur alat digeser ke dalam bagian lubang yang akan dibuang.
Sebagian besar perangkat lunak CAM menyediakan fitur kompensasi alat (tool compensation atau offset) yang menghitung ini otomatis setelah Anda memasukkan lebar kerf atau diameter alat.
Cara mengetahui kerf di bengkel
- Potong satu bentuk uji sederhana, misalnya persegi dengan ukuran gambar yang sudah diketahui, pada material dan pengaturan yang sama dengan pekerjaan sebenarnya.
- Ukur hasilnya dengan jangka sorong atau mikrometer.
- Selisih antara ukuran gambar dan ukuran hasil potong, dibagi dua untuk tiap sisi, memberi perkiraan kerf pada pengaturan tersebut.
- Catat hasilnya per material, ketebalan, dan pengaturan, lalu pakai sebagai acuan pekerjaan berikutnya.
Ulangi uji ini setiap kali mengganti alat potong, nozzle, atau jenis material.
Contoh di bengkel
Sebuah bengkel fabrikasi memotong panel dengan lubang untuk baut. Hasil potong ternyata menghasilkan lubang yang sedikit lebih besar dari gambar. Setelah diuji, penyebabnya adalah kerf yang belum dikompensasi di perangkat lunak. Setelah offset diatur, lubang kembali sesuai gambar. Kasus serupa sering terjadi saat ukuran hasil potong meleset, dan kerf adalah salah satu hal pertama yang layak diperiksa.
Ringkasnya
Kerf bukan cacat, melainkan sifat alami setiap proses potong. Yang penting adalah mengetahui nilainya, memasukkannya ke perhitungan, dan mengujinya ulang saat alat atau bahan berubah.
Kalau Anda sedang menimbang mesin potong lembaran dan ingin lebar potongan yang sempit untuk part berdetail kecil, lihat CNC Fiber Laser. Perbandingan proses potong lainnya ada di CNC Router, Fiber Laser, atau Plasma? Cara Memilih Mesin Potong yang Tepat.