MIKRONREKAYASA PRESISI

Potongan Plasma Miring dan Banyak Kerak: Apa yang Perlu Diperiksa

Panduan troubleshooting hasil potong plasma yang miring (bevel) dan berkerak (dross): penyebab dari yang paling sering, cara memeriksa, dan cara memperbaikinya.

Potongan plasma yang miring di salah satu sisi atau penuh kerak di bagian bawah adalah keluhan yang paling sering muncul di bengkel fabrikasi. Kabar baiknya, hampir semua kasus bisa ditelusuri dengan urutan pemeriksaan yang sederhana, tanpa harus langsung menyalahkan mesin atau mengganti sumber plasma.

Artikel ini mengurutkan penyebab dari yang paling sering ditemui sampai yang jarang. Kerjakan berurutan, ubah satu hal setiap kali, lalu potong ulang untuk melihat hasilnya.

Kenali gejalanya dulu

  • Miring (bevel): sisi potong tidak tegak lurus terhadap permukaan pelat. Perhatikan apakah miringnya sama di semua sisi atau hanya di satu sisi saja. Sudut miring yang berbeda antara sisi kiri dan kanan jalur potong biasanya berkaitan dengan kondisi consumable. Miring yang berubah mengikuti arah gerak biasanya berkaitan dengan mekanik atau ketinggian obor.
  • Kerak (dross): logam beku yang menempel di tepi bawah potongan. Kerak yang mudah dilepas dengan sekali ketukan berbeda penyebabnya dengan kerak keras yang menempel kuat dan harus digerinda.
  • Kombinasi keduanya: biasanya satu penyebab yang sama, yaitu consumable aus atau parameter potong yang tidak sesuai.

1. Consumable sudah aus

Ini penyebab nomor satu. Nozzle (tip) dan elektroda yang aus membuat semburan plasma tidak lagi terfokus dan simetris, sehingga potongan miring dan kerak bertambah.

Cara memeriksa: lepas nozzle dan lihat lubangnya. Lubang yang tidak bulat, melebar, atau bergerigi berarti nozzle harus diganti. Elektroda yang permukaannya sudah berlubang dalam juga harus diganti. Periksa pula cincin pusaran (swirl ring) dan tudung (shield) dari retakan atau lubang yang tersumbat.

Perbaikan: ganti satu set consumable sekaligus, bukan satu-satu. Pakai jenis yang sesuai dengan obor Anda.

2. Tinggi obor tidak tepat

Jarak antara obor dan pelat sangat mempengaruhi sudut potong. Obor terlalu tinggi membuat tepi atas membulat dan potongan miring. Obor terlalu rendah membuat tepi atas tajam dan bisa memercikkan logam cair ke consumable.

Cara memeriksa: perhatikan apakah mesin memakai pengendali tinggi otomatis, dan apakah pembacaannya sudah dikalibrasi. Pada pelat yang melengkung atau bergelombang, tinggi obor akan berubah sepanjang jalur.

Perbaikan: atur tinggi potong sesuai tabel dari pabrikan sumber plasma Anda, dan ratakan pelat bila bergelombang.

3. Kecepatan potong tidak sesuai

Dua arah kesalahan menghasilkan kerak yang berbeda:

  • Terlalu lambat: kerak biasanya menggumpal dan membentuk bola-bola logam di tepi bawah, serta lebar potongan membesar.
  • Terlalu cepat: busur tertinggal, kerak berupa garis tipis yang sulit dilepas, dan potongan bisa tidak tembus sempurna.

Perbaikan: potong beberapa garis uji pada pelat yang sama dengan kecepatan berbeda, lalu pilih yang kerak dan miringnya paling kecil. Catat hasilnya per jenis dan ketebalan material.

4. Arus dan tekanan gas tidak cocok

Setelan arus harus sesuai dengan ukuran nozzle dan ketebalan pelat. Tekanan udara atau gas yang kurang, atau udara yang lembap dan berminyak, menurunkan kualitas busur dan menambah kerak.

Cara memeriksa: lihat pengukur tekanan saat gas mengalir, bukan saat diam. Periksa pengering udara dan saringan, dan buang air atau oli yang terkumpul.

Perbaikan: ikuti angka arus dan tekanan dari manual sumber plasma. Angka ini berbeda untuk setiap merek dan model, jadi jangan menyalin angka dari bengkel lain.

5. Kondisi material

Pelat berkarat tebal, bersisik (mill scale), atau berminyak mengganggu busur dan memperburuk kerak. Pelat yang tidak rata membuat tinggi obor tidak konsisten.

Perbaikan: bersihkan permukaan di jalur potong bila perlu, dan pastikan pelat rata dan tertahan baik di meja.

6. Mekanik dan arah gerak mesin

Kalau consumable baru, parameter sudah benar, tetapi miringnya tetap muncul, periksa mekaniknya:

  1. Obor harus tegak lurus terhadap pelat. Periksa dengan siku di dua arah, depan-belakang dan kiri-kanan.
  2. Cekam obor harus kencang dan tidak goyang.
  3. Rel, rack, dan pinion tidak boleh longgar atau berbunyi kasar.
  4. Hasil potong lingkaran harus benar-benar bulat. Lingkaran yang lonjong menandakan masalah mekanik atau pengaturan sumbu, bukan masalah plasma.

7. Pemasangan dan grounding

Klem massa (work clamp) yang kotor, longgar, atau dipasang jauh dari area potong membuat busur tidak stabil. Pasang klem pada permukaan logam yang bersih dan sedekat mungkin dengan area potong.

Urutan kerja singkat saat ada keluhan

  1. Ganti consumable dengan yang baru.
  2. Cek tegak lurus obor dengan siku.
  3. Cek tinggi obor dan kerataan pelat.
  4. Bersihkan klem massa dan periksa kualitas udara.
  5. Potong garis uji dengan beberapa kecepatan, bandingkan hasilnya.
  6. Bila masih bermasalah, periksa mekanik dan pengaturan sumbu mesin.

Catatan penutup

Pencatatan kecil sangat menolong: tulis jenis material, ketebalan, arus, tekanan, kecepatan, dan tinggi obor untuk setiap setelan yang hasilnya bagus. Dalam beberapa minggu, bengkel Anda punya tabel sendiri yang lebih berguna daripada tebakan.

Kalau Anda sedang mempertimbangkan mesin potong baru untuk pekerjaan pelat tebal, Mikron merakit sendiri CNC plasma dengan ukuran meja sesuai pelat yang Anda pakai dan menguji jalannya sebelum dikirim. Untuk membandingkannya dengan jenis mesin lain, baca CNC Router, Fiber Laser, atau Plasma? Cara Memilih Mesin Potong yang Tepat.

Chat kami