Cara Menentukan Tarif Jasa Korter dan Honing di Bengkel Bubut
Rumus menghitung tarif korter dan honing per silinder dari biaya jam kerja, bahan habis pakai, dan margin, lengkap dengan permisalan angka yang bisa Anda ganti.
Banyak bengkel bubut menentukan tarif korter dan honing dengan cara paling mudah: melihat tarif bengkel sebelah, lalu menyamakan atau memotongnya sedikit. Cara ini cepat, tetapi berbahaya. Bengkel sebelah punya mesin, sewa, dan upah yang berbeda. Bila tarifnya terlalu rendah untuk biaya Anda, setiap pekerjaan yang masuk justru menggerogoti kas.
Artikel ini memberi cara menghitung tarif dari biaya bengkel sendiri. Semua angka di bawah adalah permisalan untuk memperlihatkan cara hitung, bukan harga pasar. Ganti dengan angka bengkel Anda.
Komponen biaya satu pekerjaan
Tarif per silinder (atau per blok) sebaiknya menutup lima hal:
- Biaya jam mesin. Penyusutan mesin, listrik, sewa tempat, dan biaya tetap lain, dibagi jam kerja efektif.
- Upah operator untuk waktu pengerjaan.
- Bahan habis pakai, seperti pahat, batu honing, cairan honing, dan bahan pencuci.
- Pekerjaan pendukung yang sering terlupa: mengukur, menyetel blok, mencuci, dan menunggu pelanggan memutuskan ukuran oversize.
- Margin untuk laba dan dana cadangan, misalnya untuk mengganti mesin kelak.
Langkah menghitung
Hitung biaya tetap bulanan. Jumlahkan sewa, listrik dasar, cicilan atau penyusutan mesin, dan biaya lain yang tetap keluar walau tidak ada pekerjaan.
Hitung jam kerja efektif per bulan. Jangan memakai jam buka bengkel. Pakai jam mesin benar-benar bekerja. Bila ragu, catat selama dua minggu.
Hitung biaya jam mesin:
biaya jam mesin = biaya tetap bulanan / jam efektif per bulanCatat waktu nyata satu pekerjaan. Ukur dari blok dipasang sampai selesai dicek, termasuk waktu setel dan ukur. Satu jenis blok biasanya punya waktu yang relatif konsisten.
Hitung biaya langsung per silinder:
biaya langsung = (biaya jam mesin + upah per jam) x jam per silinder + bahan habis pakai per silinderTambahkan margin:
tarif = biaya langsung x (1 + margin)
Bahan habis pakai per silinder didapat dari pemakaian satu pahat atau satu set batu honing dibagi jumlah silinder yang bisa dikerjakan sebelum diganti. Angka umur pakai ini harus dari catatan Anda sendiri, karena bergantung pada bahan blok, jenis batu, dan cara kerja operator.
Contoh permisalan
Misalkan angka berikut, sekali lagi hanya untuk latihan:
- Biaya tetap bulanan: Rp6.000.000
- Jam kerja efektif per bulan: 100 jam
- Upah operator: Rp30.000 per jam
- Waktu korter dan honing per silinder, termasuk setel dan ukur: 1,5 jam
- Bahan habis pakai per silinder: Rp25.000
- Margin: 30%
Perhitungannya:
- Biaya jam mesin = 6.000.000 / 100 = Rp60.000 per jam
- Biaya langsung = (60.000 + 30.000) x 1,5 + 25.000 = Rp160.000
- Tarif = 160.000 x 1,3 = Rp208.000 per silinder
Jika blok empat silinder, jangan langsung mengalikan empat. Waktu setel blok terjadi sekali per blok, sehingga hitung waktu setel terpisah dari waktu per silinder. Dengan begitu tarif blok kecil dan blok besar sama-sama adil.
Hal yang sering membuat tarif meleset
- Jam efektif terlalu optimistis. Bila Anda mengira mesin bekerja 160 jam sebulan padahal nyatanya 100 jam, biaya jam mesin terlihat lebih murah dari kenyataan.
- Pekerjaan ulang tidak dihitung. Sisihkan sebagian margin untuk koreksi ukuran atau honing yang harus diulang. Bila sering terjadi, cari penyebabnya, misalnya lewat artikel honing belang atau tidak rata.
- Tarif sama untuk semua blok. Blok yang berat, sulit disetel, atau sangat aus butuh waktu lebih lama. Buat dua atau tiga kelas tarif berdasarkan waktu nyata.
- Mengabaikan pengukuran. Mengukur keausan dengan bore gauge memakan waktu. Masukkan ke tarif, atau tawarkan sebagai jasa pemeriksaan terpisah.
- Diskon tanpa menghitung. Sebelum memberi potongan, hitung dulu tarif minimum, yaitu biaya langsung tanpa margin. Di bawah angka itu Anda bekerja merugi.
Menguji tarif dengan data
Setelah tarif dipakai sebulan, bandingkan hasilnya. Catat jumlah pekerjaan, jam mesin yang terpakai, dan pemasukan. Bila jam efektif ternyata lebih rendah dari perkiraan, naikkan tarif atau cari pekerjaan tambahan. Bila mesin sering menganggur, tarif yang terlalu tinggi bisa jadi penyebabnya, atau bengkel perlu strategi lain untuk menarik pelanggan.
Kalau berencana menambah mesin
Hitungan yang sama berguna untuk menilai apakah mesin baru sepadan. Masukkan penyusutan mesin ke biaya tetap, lalu lihat berapa pekerjaan per bulan yang dibutuhkan agar tarif tetap bersaing. Panduannya ada di artikel cara menghitung balik modal mesin.
Bila bengkel Anda memang berencana mengerjakan korter dan honing sendiri, Mikron merancang dan merakit mesin korter dan mesin honing dengan ukuran yang bisa disesuaikan. Hubungi kami untuk konsultasi kebutuhan bengkel Anda.