Menyiapkan File Desain DXF agar Siap Dipotong di Mesin CNC
Langkah merapikan file DXF sebelum dipotong di mesin CNC: satuan, kontur tertutup, garis dobel, kurva, layer, dan cara memeriksanya agar tak ada potongan gagal.
Banyak potongan gagal di mesin CNC bukan karena mesinnya, tetapi karena file gambarnya. Garis yang tidak menyambung, garis dobel, atau skala yang keliru baru terlihat setelah pelat terpotong. Format DXF adalah format tukar yang paling umum dipakai antara perangkat lunak gambar dan perangkat lunak pengatur jalur potong (CAM), sehingga kebiasaan merapikan DXF langsung menghemat material dan waktu.
Panduan ini berlaku untuk mesin potong lembaran seperti router, plasma, dan fiber laser. Yang Anda butuhkan: perangkat lunak gambar 2D apa pun yang bisa mengekspor DXF, perangkat lunak CAM mesin Anda, dan gambar kerja dengan ukuran yang jelas.
Aturan dasar sebelum mulai
- Gambar 2D saja. Jalur potong adalah garis di bidang datar. Hilangkan sumbu Z, objek 3D, dan tebal garis hias.
- Gambar dengan skala 1:1. Jangan menggambar kecil lalu membesarkannya saat ekspor.
- Satu satuan untuk semua. Tentukan milimeter atau inci di awal dan pakai yang sama dengan pengaturan di CAM.
- Pisahkan garis potong dari garis bantu. Dimensi, teks, garis tengah, dan catatan sebaiknya tidak ikut diekspor.
Langkah merapikan file DXF
- Atur satuan dan titik nol. Tentukan titik asal (origin) yang mudah dicari di meja mesin, misalnya sudut kiri bawah pelat. Letakkan gambar mengikuti titik itu.
- Pindahkan garis bantu ke layer terpisah. Beri nama layer yang jelas, misalnya satu layer untuk potong luar, satu untuk lubang, dan satu untuk grafir atau penanda. Matikan atau hapus layer yang tidak ikut dipotong sebelum ekspor.
- Hapus garis dobel. Dua garis yang bertumpuk membuat mesin memotong jalur yang sama dua kali. Hasilnya tepi terbakar atau pelat bergeser. Gunakan fitur pembersih duplikat di perangkat lunak gambar, atau periksa dengan menggeser objek.
- Pastikan setiap kontur tertutup. Ujung garis harus bertemu tepat di satu titik. Celah kecil yang tidak terlihat saat gambar biasa sering membuat CAM gagal mengenali bentuk sebagai area tertutup. Sambungkan garis-garis terpisah menjadi satu kontur (join atau polyline).
- Periksa kurva dan lingkaran. Lingkaran dan busur sebaiknya tetap berupa lingkaran dan busur. Kurva yang diubah menjadi ratusan ruas garis pendek membuat gerakan mesin tersendat dan file berat.
- Pisahkan kontur luar dan lubang. CAM perlu tahu mana batas luar dan mana lubang di dalamnya. Lubang dalam biasanya dipotong lebih dahulu, baru kontur luar, agar bagian yang sudah lepas tidak bergeser.
- Beri jarak antarbagian. Bila beberapa part digambar dalam satu pelat, sisakan jarak antarkontur dan dari tepi pelat. Jarak minimum bergantung pada mesin dan ketebalan bahan, jadi tanyakan ke operator atau pabrikan mesin Anda.
- Perhitungkan lebar potongan. Pisau, laser, atau busur plasma membuang sebagian material. Pelajari konsepnya di Apa Itu Kerf pada Pemotongan CNC?. Pengaturan kompensasinya umumnya dilakukan di CAM, bukan dengan mengubah ukuran gambar.
- Ekspor dan buka kembali. Simpan sebagai DXF, tutup, lalu buka ulang file itu, bukan file aslinya. Yang Anda lihat adalah apa yang akan dibaca CAM.
Cara memeriksa sebelum memotong
Setelah file masuk ke CAM, jangan langsung jalankan mesin. Lakukan pemeriksaan singkat berikut:
- Ukur satu dimensi di CAM dan cocokkan dengan gambar kerja. Bila selisihnya besar, hampir pasti ada masalah satuan atau skala.
- Lihat simulasi jalur potong. Perhatikan urutan, arah, dan titik mulai potong. Jalur yang melompat ke tempat aneh biasanya tanda garis tidak tersambung.
- Hitung jumlah objek. Jumlah kontur di CAM yang jauh lebih banyak dari perkiraan menandakan garis terputus-putus atau duplikat.
- Potong uji pada sisa bahan untuk part yang rumit atau berjumlah banyak. Satu potongan percobaan jauh lebih murah daripada satu pelat penuh.
Kesalahan yang sering terjadi
- Teks dan dimensi ikut terekspor sehingga mesin mencoba memotong huruf dan angka.
- Skala meleset jauh karena gambar dalam inci dibaca sebagai milimeter, atau sebaliknya. Bila hasil di CAM terlalu kecil atau terlalu besar berkali-kali lipat, curigai satuan lebih dulu.
- Kontur terbuka pada lubang kecil, sehingga lubang tidak dipotong sama sekali.
- Banyak part tumpang tindih karena disalin-tempel tanpa dicek.
- Mengirim file yang sudah dimodifikasi tanpa menyimpan versi. Beri nomor revisi pada nama file agar operator tidak memotong versi lama.
Biasakan membuat daftar periksa
Tulis daftar periksa singkat dan tempel di dekat komputer: satuan, skala 1:1, garis bantu sudah dibuang, tidak ada garis dobel, semua kontur tertutup, titik nol benar, dan uji potong dilakukan. Setelah beberapa kali, kebiasaan ini menjadi otomatis dan jumlah potongan gagal akan turun terasa.
Jika Anda sedang menimbang mesin potong lembaran untuk bengkel fabrikasi, Mikron merakit CNC fiber laser untuk pelat dengan detail kecil dan CNC plasma untuk pelat tebal, dengan ukuran meja yang disesuaikan. Bila masih ragu memilih, baca dulu panduan memilih mesin potong.