Beli Mesin Sendiri atau Tetap Lempar Kerjaan ke Bengkel Lain? Cara Menimbangnya
Cara menimbang beli mesin sendiri atau terus menitipkan pekerjaan ke bengkel lain: ongkos titip sebenarnya, titik impas jumlah pekerjaan, dan faktor non-uang.
Hampir setiap bengkel punya pekerjaan yang selalu dititipkan ke bengkel lain: korter blok, potong pelat, atau bubut part tertentu. Selama jumlahnya sedikit, itu wajar. Pertanyaannya muncul ketika titipan makin sering: sudah saatnya punya mesin sendiri? Artikel ini membahas cara menimbangnya dengan angka, bukan perasaan.
Semua angka contoh di bawah adalah permisalan, bukan harga pasar. Ganti dengan angka bengkel Anda.
Langkah 1: hitung ongkos titip yang sebenarnya
Banyak pemilik bengkel hanya mengingat ongkos yang dibayar ke bengkel rekanan. Padahal ongkos titip sebenarnya lebih besar:
Ongkos titip sebenarnya = ongkos ke bengkel lain + ongkos antar-jemput + pekerjaan ulang + nilai waktu tunggu
- Antar-jemput: bensin, waktu karyawan, dan risiko komponen rusak di jalan.
- Pekerjaan ulang: hasil titipan yang tidak sesuai dan harus dibawa kembali. Catat dari nota beberapa bulan terakhir.
- Waktu tunggu: pelanggan yang menunggu berhari-hari bisa pindah ke bengkel lain. Sulit dihitung pastinya, tetapi catat berapa pelanggan yang membatalkan atau mengeluh.
Langkah 2: hitung ongkos kerja sendiri
Ongkos kerja sendiri per pekerjaan = bahan habis pakai + listrik + upah operator + penyusutan mesin per pekerjaan
Penyusutan per pekerjaan didapat dari harga mesin dibagi perkiraan jumlah pekerjaan selama umur pakainya. Tambahkan biaya perawatan rutin. Untuk menyusun tarif jasa Anda sendiri, lihat cara menentukan tarif jasa korter dan honing.
Langkah 3: cari titik impas jumlah pekerjaan
Biaya tetap mesin (cicilan atau penyusutan, perawatan, ruang) harus ditutup oleh selisih ongkos per pekerjaan. Rumusnya:
Titik impas (pekerjaan per bulan) = biaya tetap bulanan : (ongkos titip sebenarnya - biaya variabel per pekerjaan)
Contoh permisalan: biaya tetap bulanan Rp5.000.000, ongkos titip sebenarnya Rp400.000 per pekerjaan, biaya variabel bila dikerjakan sendiri Rp150.000. Selisihnya Rp250.000, sehingga titik impas adalah 5.000.000 : 250.000 = 20 pekerjaan per bulan.
Bandingkan angka itu dengan kenyataan: dari nota 3 sampai 6 bulan terakhir, berapa pekerjaan yang benar-benar Anda titipkan per bulan? Jika jauh di bawah titik impas, menitipkan masih lebih murah. Jika sudah mendekati atau melewatinya, mesin sendiri patut dipertimbangkan.
Langkah 4: tambahkan pendapatan yang selama ini tidak terambil
Mesin sendiri bukan hanya menghemat ongkos titip. Ada dua tambahan yang perlu dicatat terpisah:
- Pekerjaan yang ditolak karena Anda tidak punya mesinnya.
- Margin yang selama ini dinikmati bengkel rekanan, yaitu selisih antara tarif Anda ke pelanggan dan ongkos titip.
Namun hati-hati: jadikan ini bonus, bukan dasar keputusan. Pertumbuhan pesanan baru belum tentu terjadi. Cara menghitung lama balik modalnya dibahas rinci di panduan menghitung balik modal mesin.
Faktor non-uang yang menentukan
Hitungan di atas bisa mendukung beli, tetapi keputusan masih perlu melewati pertanyaan berikut:
- Ada operator yang bisa mengoperasikannya? Mesin bagus di tangan orang yang belum terlatih menghasilkan pekerjaan ulang. Siapkan waktu belajar.
- Cukup ruang dan listrik? Tanyakan kebutuhan daya dan ukuran mesin ke pembuatnya sebelum membeli.
- Pekerjaannya rutin atau musiman? Pekerjaan yang ramai sebulan lalu sepi tiga bulan membuat mesin menganggur.
- Apakah bengkel rekanan akan tetap jadi cadangan? Hubungan baik dengan bengkel lain berguna saat mesin sedang perawatan atau pesanan sedang menumpuk.
- Bagaimana dengan servis dan suku cadang? Tanyakan siapa yang membantu bila mesin bermasalah dan berapa lama.
Kapan sebaiknya tetap menitipkan
- Pekerjaannya jarang dan jauh di bawah titik impas.
- Kualitas bengkel rekanan konsisten dan waktu tunggunya masih bisa diterima pelanggan.
- Modal akan menguras kas yang dibutuhkan untuk operasional.
- Belum ada orang yang bisa mengoperasikan mesinnya.
Kapan mesin sendiri layak
- Pekerjaan titipan rutin dan mendekati atau melewati titik impas.
- Pelanggan sering mengeluh soal waktu tunggu atau Anda sering menolak pesanan.
- Kualitas hasil titipan sulit dikontrol dan sering perlu diulang.
- Bengkel punya operator, ruang, dan listrik yang siap.
Penutup
Keputusan ini sebenarnya perbandingan dua angka: ongkos titip sebenarnya dan ongkos kerja sendiri, dengan jumlah pekerjaan nyata sebagai penentu. Catat dulu nota selama beberapa bulan, isi rumus di atas, lalu putuskan.
Bila pekerjaan yang Anda titipkan adalah korter atau honing silinder, Mikron merancang dan merakit sendiri mesin korter dan mesin honing yang ukurannya bisa disesuaikan dengan blok mesin yang Anda tangani. Hubungi kami bila ingin berkonsultasi.