Nesting: Cara Menyusun Potongan agar Hemat Material Pelat
Panduan nesting untuk bengkel fabrikasi: cara menyusun part di lembaran pelat, menghitung persentase pemakaian, dan kesalahan yang membuat sisa membengkak.
Nesting adalah menyusun banyak bentuk potongan pada satu lembar pelat supaya sisa material sesedikit mungkin. Di bengkel fabrikasi, pelat biasanya komponen biaya terbesar. Selisih susunan yang rapi dan yang asal bisa terasa di setiap lembar, sehingga nesting layak dikerjakan dengan sengaja, bukan sekadar menaruh part sampai muat.
Yang perlu disiapkan
- Daftar part beserta jumlah yang dibutuhkan, lengkap dengan ukuran dari gambar kerja.
- Ukuran lembar pelat yang benar-benar Anda pakai, baik lembar utuh maupun sisa (offcut) yang masih layak.
- Data lebar potongan (kerf) mesin Anda. Penjelasannya ada di Apa Itu Kerf pada Pemotongan CNC?.
- Software CAM atau nesting yang dipakai mesin, atau cukup program gambar bila disusun manual.
- File gambar yang sudah rapi, lihat Menyiapkan File Desain DXF agar Siap Dipotong di Mesin CNC.
Langkah menyusun nesting
- Kelompokkan part berdasarkan material dan ketebalan. Part dengan jenis dan tebal pelat berbeda tidak bisa berbagi lembar.
- Periksa arah serat atau arah gulungan pelat bila part akan ditekuk atau punya syarat kekuatan. Kalau ada syarat arah, part tidak boleh diputar bebas.
- Letakkan part terbesar lebih dulu, lalu isi celah di sekelilingnya dengan part yang lebih kecil.
- Putar dan balik part (rotasi dan mirror, bila part simetris) untuk mencari posisi yang paling rapat.
- Gunakan common cut bila mesin dan software mendukung: dua part yang bersisian memakai satu garis potong yang sama sehingga material dan waktu potong berkurang. Pastikan garis itu memang boleh dipakai bersama, misalnya sisi lurus dan ukuran kedua part cocok.
- Sisakan jarak antarpart yang cukup untuk kerf dan untuk sambungan masuk pemotongan (lead-in). Besarnya bergantung pada mesin, proses, dan tebal pelat, jadi ikuti rekomendasi dari pembuat mesin atau hasil uji potong Anda sendiri.
- Sisakan margin di tepi lembar. Tepi pelat sering tidak lurus sempurna dan area dekat tepi bisa bermasalah saat dipotong.
- Simulasikan jalur potong sebelum menjalankan mesin, lalu cek apakah urutan potong membuat part lepas dan bergeser sebelum selesai.
Menghitung seberapa hemat susunan Anda
Ukur hasilnya, jangan menebak. Rumusnya:
Pemakaian pelat (%) = luas total part ÷ luas lembar pelat × 100
Sisanya adalah sisa material. Sebagai permisalan (bukan angka standar): bila total luas part dalam satu lembar adalah 2,1 m² dan luas lembar 3 m², pemakaiannya 70 persen dan 30 persen menjadi sisa. Bandingkan dua alternatif susunan dengan rumus yang sama, lalu pilih yang pemakaiannya lebih tinggi tanpa mengorbankan mutu potongan.
Untuk biaya, kalikan sisa dengan harga pelat per satuan luas atau berat dari pemasok Anda sendiri. Selisih sisa antara susunan lama dan baru, dikali jumlah lembar per bulan, menunjukkan seberapa besar penghematannya.
Kesalahan yang sering terjadi
- Mengabaikan kerf. Part dihitung seolah tidak ada material yang hilang, sehingga ukuran akhir meleset atau jarak antarpart terlalu mepet.
- Jarak terlalu rapat pada pelat tebal. Panas proses bisa membuat part di dekatnya melengkung atau berkerak. Kalau hasil potong bermasalah, bandingkan dengan Potongan Plasma Miring dan Banyak Kerak.
- Part kecil ditaruh di tengah lembar tanpa dipikirkan urutan potongnya. Part kecil yang lepas lebih dulu bisa bergeser atau tersangkut.
- Melupakan sisa pelat lama. Offcut yang masih cukup besar sebaiknya dicatat dan dipakai lagi untuk part kecil di pesanan berikutnya.
- Memaksa pemakaian setinggi mungkin. Susunan yang terlalu padat membuat waktu pemotongan, risiko lengkung, dan kerja merapikan bertambah. Ukuran penghematan yang sebenarnya adalah total biaya per part, bukan persentase pelat saja.
- Tidak membandingkan dengan jenis lembar lain. Kadang mengganti ukuran lembar yang dibeli membuat sisa turun jauh tanpa mengubah susunan sama sekali.
Biasakan mencatat hasilnya
Catat untuk tiap pekerjaan: jumlah lembar yang dipakai, pemakaian pelat, dan sisa yang bisa dipakai ulang. Setelah beberapa bulan, pola sisa terbesar akan terlihat, misalnya part tertentu yang selalu menyisakan potongan panjang. Dari situ Anda bisa mengatur ulang kombinasi part per lembar atau bernegosiasi soal ukuran lembar dengan pemasok.
Mesin yang sesuai dengan ukuran pelat Anda
Nesting paling efisien bila meja mesin cocok dengan ukuran lembar yang Anda beli. Mikron merakit CNC plasma dan CNC fiber laser dengan ukuran meja yang disesuaikan dengan pesanan, sehingga bisa diselaraskan dengan lembar pelat yang Anda gunakan. Hubungi kami untuk berkonsultasi.