MIKRONREKAYASA PRESISI

Ukuran Hasil Potong CNC Meleset dari Gambar: Urutan Pemeriksaannya

Ukuran potongan CNC tidak sama dengan gambar? Periksa berurutan dari file desain, skala, kerf, mekanik, sampai pengukuran agar penyebabnya cepat ketemu.

Part keluar dari mesin, diukur, dan ternyata tidak sama dengan gambar. Godaan pertama biasanya menyalahkan mesin lalu mengutak-atik pengaturan. Padahal sebagian besar kasus berasal dari file, kompensasi potongan, atau cara mengukur. Artikel ini menyusun pemeriksaan dari penyebab yang paling sering dan paling murah dicek, sampai yang paling jarang.

Mulai dari gejalanya

Catat dulu pola melesetnya, karena pola itu menunjuk ke penyebabnya:

  • Semua ukuran salah dengan persentase sama (misalnya semua terlalu kecil): curiga skala atau satuan.
  • Lubang terlalu besar dan bagian luar terlalu kecil (atau sebaliknya): curiga kompensasi kerf.
  • Salah hanya di satu arah (sumbu X saja atau Y saja): curiga mekanik atau pengaturan jarak tempuh sumbu itu.
  • Ukuran berubah-ubah dari part ke part: curiga pencekaman, kelonggaran mekanik, atau material yang bergerak.
  • Ukuran salah hanya di sudut atau lengkungan: curiga gerak mesin terlalu cepat di tikungan atau getaran.

Penyebab dan cara memeriksanya

1. File desain dan satuan

Ini penyebab paling sering. Gambar dibuat dalam satuan berbeda dari yang dibaca mesin, atau gambar diskalakan saat diimpor. Garis yang tampak menyatu tetapi sebenarnya terputus, atau objek ganda yang bertumpuk, juga bisa mengubah hasil.

Cara memeriksa: ukur langsung objek di software desain dengan alat ukurnya, lalu bandingkan dengan yang tampil di software kontrol mesin sebelum memotong. Panduan menyiapkan file ada di Menyiapkan File Desain DXF agar Siap Dipotong di Mesin CNC.

2. Kompensasi lebar potongan (kerf)

Setiap proses potong membuang material selebar kerf. Jika jalur alat mengikuti garis gambar tanpa kompensasi, bagian luar part jadi lebih kecil dan lubang jadi lebih besar, sebesar setengah lebar kerf di tiap sisi. Konsepnya dibahas di Apa Itu Kerf pada Pemotongan CNC?.

Cara memeriksa: potong bentuk uji sederhana, misalnya persegi dengan satu lubang, lalu ukur bagian luar dan lubangnya. Kalau selisihnya berlawanan arah seperti pola di atas, atur kompensasi alat. Nilai kerf bergantung pada proses, material, dan kondisi alat potong, jadi ukur dari hasil uji Anda sendiri, bukan dari angka orang lain.

3. Kondisi alat potong

Mata router yang aus, nozzle yang rusak, atau lensa yang kotor mengubah lebar potongan dan bentuk tepi. Kerf yang berubah-ubah membuat ukuran ikut berubah dari waktu ke waktu. Periksa bagian habis pakai secara visual dan ganti sesuai petunjuk pembuat mesin. Untuk router, lihat juga Cara Memilih Mata Router untuk Kayu, Akrilik, dan ACP.

4. Mekanik: kelonggaran dan jarak tempuh

Kalau mesin diperintah bergerak sejauh tertentu tetapi menempuh jarak lain, semua part ikut meleset. Penyebabnya bisa baut kopling yang kendur, belt atau rack yang aus, rel kotor, atau pengaturan langkah per satuan jarak yang belum tepat.

Cara memeriksa:

  1. Pasang dial indicator atau penggaris presisi pada meja, lalu perintahkan satu sumbu bergerak sejauh jarak tertentu.
  2. Bandingkan jarak perintah dengan jarak yang terbaca, pada beberapa titik sepanjang langkah.
  3. Ulangi dari arah sebaliknya untuk melihat apakah ada kelonggaran (backlash).
  4. Cek semua baut kopling, klem, dan penyangga rel dalam keadaan mesin mati.

Rutinitas perawatan yang menjaga hal ini ada di Perawatan Harian Mesin CNC Router agar Tetap Presisi.

5. Material dan pencekaman

Pelat tipis bisa melengkung, material bisa memuai oleh panas potong, dan lembaran yang tidak rata di meja membuat ukuran berubah. Pastikan material terjepit atau terhisap rata, dan beri jeda pendinginan bila proses potongnya menghasilkan panas.

6. Cara mengukur

Alat ukur yang kurang tepat atau suhu part yang masih panas membuat pengukuran sendiri meleset. Ukur setelah part dingin, di titik yang sama, dengan alat yang kalibrasinya terjaga.

Bedakan meleset konsisten dan tidak konsisten

Kesalahan yang konsisten (selalu salah ke arah dan besar yang sama) lebih mudah diperbaiki karena bisa dikompensasi. Kesalahan yang acak adalah tanda masalah fisik: kelonggaran, pencekaman, atau alat potong. Pelajari bedanya di Beda Akurasi dan Repeatability pada Mesin CNC.

Ringkasan urutan kerja

  1. Ukur part dan catat pola melesetnya.
  2. Cocokkan ukuran file dengan gambar asli.
  3. Potong bentuk uji dan evaluasi kerf.
  4. Periksa kondisi alat potong.
  5. Uji jarak tempuh tiap sumbu dengan alat ukur.
  6. Periksa pencekaman material dan cara mengukur.

Dengan urutan ini, sebagian besar masalah ukuran selesai di langkah 2 atau 3 tanpa menyentuh mesin sama sekali.

Kalau mesinnya memang perlu ditinjau

Bila semua langkah sudah dilewati dan masalah tetap ada, kemungkinan ada persoalan pada mekanik atau kelistrikan mesin. Mikron merakit sendiri rangka, mekanik, dan kelistrikan CNC router, CNC fiber laser, dan CNC plasma, sehingga tim kami bisa diajak berdiskusi soal data teknis mesin sesuai konfigurasinya.

Chat kami